Cara Alam Menghibur Kita



Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah?
Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?
Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata.
Kejengkelan itu muncul karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri.

Kita lupa bahwa jika keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum. Terus melangkah dan selalu ikhlas dalam mengerjakan segala sesuatu. Keep Smile :).

Kisah Inspiratif-Tak Ada Jalan Pintas

Keberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras yang berjuang untuk tumbuh. Jangan terlalu berharap pada kemujuran.

Apakah kita tahu apa itu kemujuran? Apakah kita dapat mendatangkan kemujuran sesuai keinginan kalian? Padahal kita tahu, kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya.
Sadarilah bahwa segala sesuatu berjalan secara alami dan semestinya. Layaknya proses mendaki tangga, kita melangkahkan kaki  melalui anak tangga satu per satu.
Tak perlu repot-repot membuang waktu untuk mencari jalan pintas, karena memang tak ada jalan pintas. Sesungguhnya kemudahan jalan pintas itu takkan pernah memberikan kepuasan sejati.
Untuk apa berhasil jika kita tak merasa puas?
Hargailah setiap langkah kecil yang membawa anda maju. Janganlah melangkah dengan ketergesaan, karena ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja.
Amatilah jalan lurus. Tak peduli bergelombang maupun berbatu, selama kita yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus.
ketahuilah, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun kita menjadi diri kita sendiri. 

Peristiwa Isra’ Mi’raj: Apakah Rasulullah Berjumpa Dengan Allah?

Setelah bertemu dengan rasul-rasul yang mulia, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan perjalanan agungnya menuju perjumpaan dengan penguasa alam semesta, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tentu kondisi perjalanan ini tak terbayang di akal manusia. Bayangkan! Bagaimana degup jantung seseorang kala hendak berjumpa kepala negara atau seorang raja? Apalagi berjumpa dengan raja diraja, penguasa alam semesta, Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Renungkan sejenak, bagaimana kiranya keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala Jibril mengabarkan tiba saatnya menghadap Rabbul Izzati wal Jalal?
Lalu dalam pertemuan ini, apakah Rasulullah melihat Allah Ta’ala? Mari kita baca cuplikan kisahnya berikut ini.
Pertemuan Dengan Allah ‘Azza wa Jalla
Setelah menyebutkan tentang Sidratul Muntaha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat,
فَأَوْحَى اللهُ إِلَيَّ مَا أَوْحَى
“Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.” [Quran An-Najm: 10]
Kemudian disebutkan tentang kisah diwajibkan shalat.
Imam al-Bukhari mengatakan,
وقال البخاري: حدثنا عبد العزيز بن عبد الله، حدثني سليمان، عن شريك بن عبد الله أنه قال: سمعت أنس بن مالك رضي الله عنه يقول: “حَتَّى جَاءَ بِهِ سِدْرَةَ الْمُنْتَهَى، وَدَنَا الْجَبَّارُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَتَدَلَّى، حَتَّى كَانَ مِنْهُ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى، فَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا شَاءَ فِيمَا أَوْحَى خَمْسِينَ صَلاَةً عَلَى أُمَّتِهِ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ..” .
“Abdul Aziz bin Abdullah menuturkan kepadaku dari Sulaiman dari Syarik bin Abdullah bahwa ia berkata, ‘Aku mendengar Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, ‘Saat Nabi dihantarkan ke Sidratul Muntaha, Allah Yang Maha Perkasa Tabaraka wa Ta’ala mendekat. Sehingga Dia menjadi dekat dengannya. Sampai-sampai jarak Nabi dengan-Nya sejarak dua ujung busur panah bahkan lebih dekat lagi. Allah memberikan wahyu yang dikehendaki-Nya. Antara lain ialah, ‘Dia wajibkan lima puluh kali shalat setiap siang dan malam hari atas umatnya’.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab at-Tauhid, 7079).
Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,
وَقَدْ أَخْرَجَ الأُمَوِيُّ فِي مَغَازِيهِ، وَمِنْ طَرِيقِهِ الْبَيْهَقِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنِ ابن عباس فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: {وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى} [النجم: 103]، قَالَ: “دَنَا مِنْهُ رَبُّهُ”. وَهَذَا سَنَدٌ حَسَنٌ، وَهُوَ شَاهِدٌ قَوِيٌّ لِرِوَايَةِ شَرِيكٍ
“Dikeluarkan oleh al-Umawi dalam Maghazinya dari jalan al-Baihaqi. Dari Muhammad bin Amr, dari Abi Salamah, dari Ibnu Abbas ketika menafsirkan firman Allah ‘Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain’. [Quran An-Najm: 13]. Ibnu Abbas berkata, ‘Rabbnya mendekat kepadanya’. Sanad ini hasan. Dan ia menjadi poin penguat dari riwayat Syarik. (Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 13/484).
Sebagian ulama tidak sependapat dengan riwayat:
وَدَنَا الْجَبَّارُ
“Allah al-Jabbar mendekat.”
Mereka yang tidak sepakat di antaranya Abu Sulaiman al-Khattabi dan Ibnu Hazm. Mereka menuduh Syarik bin Abdullah keliru dalam haditsnya. Padahal Syarik adalah perawi yang terpercaya. Bahkan mereka lebih jauh lagi, mereka kritik Anas bin Malik, al-Bukhari, dikarenakan mereka ingin mensucikan Allah dari sifat mendekat, sampai kedekatan tersebut seperti dua ujung busur.
Tentu kita katakan, Allah Ta’ala melakukan apa yang Dia kehendaki. Akal kita yang terbatas tidak mampu menalarnya. Pemahaman kita yang lemah tidak mampu membayangkannya. Tidak mungkin kita bisa memahami yang terjadi itu seperti apa. Allah Ta’ala mengabarkan apa yang Dia lakukan lewat kitab-Nya dan penjelasan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kewajiban kita adalah menerimanya. Bukan menanyakan bagaimananya. Atau memisalkannya. Dan kita tidak boleh menolak kabar tersebut.
Tentang Allah mendekat yang disebutkan dalam hadits, sebenarnya masalah ini bukan sesuatu yang aneh dan asing. Karena banyak hadits-hadits lain yang menceritakan tentang keadaan yang mirip. Seperti sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ..
“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam. Di waktu tersisa sepertiga malam akhir…” (HR. al-Bukhari 1094).
Juga dalam riwayat al-Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang keadaan orang-orang beriman pada hari kiamat.
فَيَأْتِيهِمُ اللهُ فِي الصُّورَةِ الَّتِي يَعْرِفُونَ، فَيَقُولُ: أَنَا رَبُّكُمْ. فَيَقُولُونَ: أَنْتَ رَبُّنَا. فَيَتْبَعُونَهُ..
“Allah kelak akan mendatangi orang-orang beriman dalam wajah yang mereka kenali. Allah berfirman, ‘Aku adalah Rabb kalian’. Mereka menjawab, ‘Engkau Rabb kami’. Kemudian mereka mengikuti-Nya.”
Sikap kita terhadap hadits “Allah mendekat…” sama seperti menyikapi hadits-hadits ini. Menerimanya tanpa menolak. Tidak membagaimanakannya. Dan tidak memisalkannya. Tidak bertanya, ‘Bagaimana Allah turun ke langit dunia? Bagaimana Dia datang? Bagaimana orang-orang beriman mengikutinya? Karena akal kita tidak akan mampu menjangkaunya.
Perjalanan Luar Biasa
Perjalanan yang dialami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini adalah kesempatan satu-satunya yang terjadi pada hidup beliau. Perjalanan tanpa didampingi Malaikat Jibril ‘alaihissalam. Jarak dan tingkatan yang beliau capai, tak pernah dicapai oleh satu makhluk pun. Baik dari kalangan malaikat maupun manusia.
Dimana pertemuan ini terjadi? Allahu a’lam. Apakah di langit ketujuh? Allahu a’lam. Tidak ada dalil yang menjelaskan hal tersebut. Sehingga kewajiban kita hanyalah menerima. Tidak menerka-nerka. Membayangkan firman Allah ini saja kita tak sanggup:
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ
“Kursi Allah meliputi langit dan bumi.” [Quran Al-Baqarah: 255]
Diriwayatkan dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ فِي الْكُرْسِيِّ إِلاَّ كَحَلْقَةٍ فِي أَرْضٍ فَلاَةٍ، وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الْكُرْسِيِّ كَفَضْلِ تِلْكَ الْفَلاَةِ عَلَى تِلْكَ الْحَلْقَةِ
“Tidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang, dan besarnya ‘Arasy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin.” (HR. Ibnu Hibban 361, al-Baihaqi Bab al-Asma wa ash-Shifat 2/300, Jami’ al-Bayan 5/399, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah, 109).
Apakah Nabi Muhammad Melihat Allah?
Ada perbedaan pandangan ulama dalam permasalahan ini. Namun pendapat yang benar adalah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melihat Allah. Pendapat ini berdasarkan hadits riwayat al-Bukhari dari Masruq. Masruq bertanya kepada Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anhu.
يَا أُمَّتَاهْ؛ هَلْ رَأَى مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم رَبَّهُ؟ فَقَالَتْ: لَقَدْ قَفَّ شَعَرِي مِمَّا قُلْتَ، أَيْنَ أَنْتَ مِنْ ثَلاَثٍ؛ مَنْ حَدَّثَكَهُنَّ فَقَدْ كَذَبَ: مَنْ حَدَّثَكَ أَنَّ مُحَمَّدًا صلى الله عليه وسلم رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ كَذَبَ. ثُمَّ قَرَأَتْ: {لاَ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الخَبِيرُ} [الأنعام: 103]، {وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللهُ إِلاَّ وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ} [الشورى: 51]. وَمَنْ حَدَّثَكَ أَنَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ فَقَدْ كَذَبَ. ثُمَّ قَرَأَتْ: {وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا} [لقمان: 34]. وَمَنْ حَدَّثَكَ أَنَّهُ كَتَمَ فَقَدْ كَذَبَ. ثُمَّ قَرَأَتْ: {يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ} [المائدة: 67] الآيَةَ؛ وَلَكِنَّهُ “رَأَى جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فِي صُورَتِهِ مَرَّتَيْنِ
“Wahai Ibu, apakah benar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Rabbnya?”
Aisyah menjawab, “Sungguh buluku berdiri (merinding) dengan apa yang kau tanyakan. Tiga perkara, yang barang siapa mengatakannya kepadamu, maka sungguh ia telah berdusta. (1) Siapa mengatakan padamu bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Rabbnya, ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Al An’am: 103). Dan tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir. (As Syura: 51). (2) Siapa yang mengatakan padamu bahwa beliau mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok, ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. (Luqman: 34). Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa beliau menyembunyikan sesuatu, ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. (Al Maidah; 67). Hanya saja beliau pernah melihat wujud asli Jibril dua kali.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab at-Tafsir, 4574).
Dalam riwayat Muslim:
وعند مسلم: عَنْ مَسْرُوقٍ، قَالَ: كُنْتُ مُتَّكِئًا عِنْدَ عَائِشَةَ، فَقَالَتْ: يَا أَبَا عَائِشَةَ، ثَلاَثٌ مَنْ تَكَلَّمَ بِوَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ فَقَدْ أَعْظَمَ عَلَى اللهِ الْفِرْيَةَ. قُلْتُ: مَا هُنَّ؟ قَالَتْ: مَنْ زَعَمَ أَنَّ مُحَمَّدًا صلى الله عليه وسلم رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ أَعْظَمَ عَلَى اللهِ الْفِرْيَةَ. قَالَ: وَكُنْتُ مُتَّكِئًا فَجَلَسْتُ، فَقُلْتُ: يَا أُمَّ المُؤْمِنِينَ، أَنْظِرِينِي، وَلاَ تُعْجِلِينِي؛ أَلَمْ يَقُلِ اللهُ عز وجل: {وَلَقَدْ رَآهُ بِالأُفُقِ الْمُبِينِ} [التكوير: 23]، {وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى} [النجم: 13]؟ فَقَالَتْ: أَنَا أَوَّلُ هَذِهِ الأُمَّةِ سَأَلَ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: “إِنَّمَا هُوَ جِبْرِيلُ، لَمْ أَرَهُ عَلَى صُورَتِهِ الَّتِي خُلِقَ عَلَيْهَا غَيْرَ هَاتَيْنِ الْمَرَّتَيْنِ، رَأَيْتُهُ مُنْهَبِطًا مِنَ السَّمَاءِ سَادًّا عِظَمُ خَلْقِهِ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ إِلَى الأَرْضِ”. فَقَالَتْ: أَوَ لَمْ تَسْمَعْ أَنَّ اللهَ يَقُولُ: {لاَ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ} [الأنعام: 103]؟! أَوَ لَمْ تَسْمَعْ أَنَّ اللهَ يَقُولُ: {وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللهُ إِلاَّ وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولاً فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ} [الشورى: 51]؟، قَالَتْ: وَمَنْ زَعَمَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَتَمَ شَيْئًا مِنْ كِتَابِ اللهِ، فَقَدْ أَعْظَمَ عَلَى اللهِ الْفِرْيَةَ، وَاللهُ يَقُولُ: {يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ} [المائدة: 67]، قَالَتْ: وَمَنْ زَعَمَ أَنَّهُ يُخْبِرُ بِمَا يَكُونُ فِي غَدٍ، فَقَدْ أَعْظَمَ عَلَى اللهِ الْفِرْيَةَ، وَاللهُ يَقُولُ: {قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ} [النمل: 65] [12]. وأوضح من ذلك ما رواه مسلم عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: هَلْ رَأَيْتَ رَبَّكَ؟ قَالَ: “نُورٌ أَنَّى أَرَاهُ” [13].
Dari Masruq rahimahullah, ia berkata, “Dulu aku berada di sisi Aisyah.” Aisyah mengatakan, “Hai Abu Aisyah, ada tiga hal yang kalau salah seorang dari mereka menbicarakan salah satunya saja dari yang tiga itu, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besat terhadap Allah.”
Aku (Masruq) mengatakan, Apa itu? Kata Aisyah, “Barangsiapa yang mengira bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Tuhannya, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besar terhadap Allah.”
Masruq berkata, “Tadinya aku bersandar, lalu aku duduk dan mengatakan, “Wahai Ummul Mukminin, sebentar, jangan terburu-buru. Bukankah dengan firman Allah Azza wa Jalla: “Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.” (Qs. At Takwir 81:23) “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihatnya (Jibril) itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain”. (Qs. An Najm 53:13).
Lalu Aisyah mengatakan, “Aku adalah yang pertama kali dari umat ini bertanya tentang ayat itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: ‘Sesungguhnya ia adalah Jibril, yang belum pernah aku melihatnya dengan wujud aslinya sebagaimana ia diciptakan kecuali hanya dua kali itu saja. Aku melihatnya turun dari langit, keagungan penciptaannya meliputi antara langit dan bumi (sangat indah sekali).”
Aisyah berkata, “Apakah belum engkau dengar bahwa Allah berfirman, “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Al An’aam 6:103), Apakah belum juga engkau dengar bahwa Allah berfirman, “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana” (Qs. Asy Syuuraa 42:51).
Kata Aisyah, Barangsiapa mengira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembunyikan sesuatu dari Kitab Allah (Alquran), maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besar terhadap Allah, Allah berfirman, “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanah-Nya”. (Qs. Al Maa-idah 5:67).”
Ia berkata lagi, “Dan barangsiapa yang mengira bahwa Muhammad dapat memberitahukan tentang apa yang terjadi besok, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besar terhadap Allah, dan Allah berfirman, “Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah”, (Qs. An Naml 27:65).” (HR. Muslim no. 259).
Dalam riwayat Muslim dari Abdullah bin Syaqiq, aku bertanya kepada Abu Dzar:
لَوْ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَسَأَلْتُهُ. فَقَالَ: عَنْ أَيِّ شَيْءٍ كُنْتَ تَسْأَلُهُ؟ قَالَ: كُنْتُ أَسْأَلُهُ: هَلْ رَأَيْتَ رَبُّكَ؟ قَالَ أَبُوْ ذَرٍّ قَدْ سَأَلْتُ فَقَالَ: ((رَأَيْتُ نُوْرًا)). (رواه مسلم)
“Kalau aku sempat bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh aku akan bertanya. Abu Dzar balik bertanya, “Apa yang akan kau tanyakan?” Aku akan bertanya, “Apakah beliau melihat Rabbnya?” Abu Dzar pun berkata, “Sungguh aku telah bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menjawab, ‘Aku melihat cahaya’.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Iman, 178).
Dengan demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat cahaya. Cahaya itu menghalangi pandangan beliau dari Allah Azza wa Jalla. Tapi, beliau mendengar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa yang Allah bicarakan kepada beliau? Allah memberi beliau wahyu tentang kewajiban shalat.
Sumber:
– https://en.islamstory.com/ar/artical/3406666/الرسول-ولقاء-الله

Kejahatan kehinaan di dunia dan kegelapan di akhirat

Dikisahkan bahwa ada beberapa pelayan raja yang menemukan anak kecil di jalan. Lantas mereka memungutnya. Raja memerintahkan mereka agar anak tersebut dirawat dan disatukan dengan keluarga raja. Raja pun menamainya Ahmad al-Yatim. Ketika anak tersebut mulai tumbuh dewasa, nampak pada dirinya tanda-tanda kepandaian dan kecerdasan. Lalu raja mendidiknya dan mengajarinya.
Tatkala sang raja hendak meninggal dunia, beliau mewasiatkan anak tersebut kepada putra mahkota. Raja menggabungkan anak tersebut kepada putra mahkota, memilihnya dan mengambil janji agar dia menjadi orang yang setia dan menjadi pelayan yang jujur. Setelah itu, dia memulai pekerjaannya. Sehingga, dia menjadi kepala pelayan raja dan orang yang mengatur segala urusan istana.
Pada suatu hari raja memerintahkan agar dia mengambilkan seseuatu dari salah satu kamarnya. Dia pun bergegas untuk mengambilkan barang tersebut. Tiba-tiba dia melihat salah seorang dayang khusus raja bersama seorang pemuda dari kalangan pelayan kerajaan sedang berbuat kefasikan dan berbuat zina. Dayang itu memohon kepadanya agar merahasiakan kejadian itu. Si dayang menjanjikan akan memberikan apa saja yang dia minta dan merayunya dengan menyerahkan dirinya. Tujuannya, agar si dayang selamat dari tindakannya (melaporkan kepada raja).
Lalu dia berkata kepada dayang tersebut, “Aku mohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari berkhianat kepada raja dengan berbuat zina padahal beliau telah berbuat baik kepadaku.’ Kemudian dia meninggalkan dayang tersebut dan berlalu dengan tetap menyembunyikan rahasia tersebut. Akan tetapi, dayang tersebut merasa khawatir sendiri dan mengira bahwa Ahmad al-Yatim akan melaporkan perbuatannya kepada raja.
Dayang tersebut menunggu raja sampai beliau datang di istana. Kemudian dia menghadap raja sambil menangis dan mengadu. Lalu sang raja bertanya kepadanya tentang apa yang terjadi. Si dayang menjawab bahwa Ahmad al-Yatim telah merayu dirinya bahkan dia memaksanya untuk berbuat zina.
Ketika sang raja mendengar hal tersebut, kontan beliau marah besar dan bertekad untuk membunuh Ahmad al-Yatim. Kemudian sang raja mengatur siasat untuk membunuhnya secara diam-diam, sehingga orang-orang tidak mengetahui pembunuhan tersebut serta penyebabnya. Dia berkata kepada anak buah seniornya, “Jika saya mengutus seseorang kepadamu dengan membawa nampan dan meminta kepadamu ini dan itu, maka penggallah kepalanya dan letakkan kepalanya pada nampan tersebut, lalu bawa potongan kepala itu kepadaku.” Anak buahnya pun menerima dan menyanggupinya.
Pada suatu hari raja memanggil Ahmad al-Yatim dan berkata kepadanya, “Temui fulan si pelayan dan katakan padanya, ‘Raja meminta ini dan itu.” Dia pun berangkat melaksanakan perintah raja tersebut. Akan tetapi, di tengah jalan dia bertemu beberapa pelayan. Mereka ingin menjadikan Ahmad sebagai penengah di dalam suatu perkara yang terjadi di antara mereka. Ahmad al-Yatim meminta maaf dan berkata bahwa dia sedang mendapat tugas untuk melaksanakan perintah raja. Mereka berkata, “Kami akan mengutus seorang pelayan yang akan menggantikanmu untuk melaksanakan tugasmu. Sehingga, engkau dapat memutuskan persoalan di antara kita.”
Ahmad al-Yatim mengabulkan permintaan mereka. Lantas mereka mengutus salah seorang di antara mereka, yaitu pemuda yang telah berbuat zina dengan si dayang. Ketika dia sampai, pimpinan pelayan menariknya ke tempat yang telah dipersiapkan kemudian dia memenggal lehernya secara tiba-tiba, lalu dia letakkan potongan kepala tersebut di atas nampan dan ditutupi. Kemudian dia membawanya ke hadapan raja.
Ketika sang raja melihat nampan tersebut, dengan segera dia membuka tutupnya, maka dia melihat potongan kepala bukan kepala Ahmad al-Yatim. Selanjutnya raja memanggil Ahmad al-Yatim dan menanyakan tentang apa yang telah dilakukannya. Lantas Ahmad menceritakan apa yang telah terjadi. Kemudian raja bertanya, “Apakah kamu tahu dosa pelayan ini?” Dia menjawab, “Iya. Dia telah melakukan ini dan itu bersama seorang dayang. Keduanya meminta saya dengan bersumpah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar saya merahasiakan berita ini.”
Ketika sang raja mendengar hal itu, maka beliau memerintahkan agar si dayang dibunuh juga. Beliau kembali mencintai dan memuliakan Ahmad al-Yatim seperti sedia kala. Demikianlah akibat memenuhi janji dan ujung dari khianat.
Rencana yang jahat hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. “ (QS. Fathir: 43)

Telur Beranak: Menipu Balik Tuan Tanah

Kita sua kembali dengan kisah-kisah yang lucu tentang petualangan Abu Nawas yang cerdik. Selalu saja ada cara untuk menghadapi ketegangan antara lawan maupun kawan.

Abu Nawas memiliki tetangga yang sangat kikir dan serakah, dia pun ingin memberikan pelajaran agar tetangga yang berprofesi sebagai tuan tanah tersebut bertobat. Bagaimana kisahnya ya,

Kisahnya
Pada suatu sore, Abu Nawas duduk di beranda rumahnya sambil memandang langit. Abu Nawas berpikir bagaimana caranya agar sore itu keluarganya bisa dapat makan.

Sementara itu, dalam jarak puluhan meter dari rumah Abu Nawas, seorang tuan tanah tinggal. Rumahnya mewah, lengkap dengan gudang makanan dan peternakan serta perkebunan yang luas. Hamppir semua warga di kampung itu, bahkan termasuk Abu Nawas, bekerja kepada tuan tanah tersebut.

Namun, tuan tanah itu memiliki sifat yang kikir serta tamak.

Telur Bisa Beranak
Tuan tanah itu mendengar berita bahwa Abu Nawas memiliki keahlian yang unik.
Apabila meminjam sesuatu akan dikembalikan secara lebih dengan alasan beranak. Seperti meminjam seekor ayam, maka akan dikembalikan dua karena ayam itu beranak. Tuan tanah lalu mencari cara agar Abu Nawas segera meminjam uang darinya.

Kebetulan pada sore itu Abu Nawas ingin meminjam berupa tiga butir telur. Kontan saja tuan tanah senang bukan kepalang karena pinjaman itu akan menjadi banyak nantinya. Bahkan tuan tanah tersebut menawarkan pinjaman-pinjaman yang lain. Akan tetapi Abu Nawas menolaknya karena dia hanya butuh tiga butir telur itu saja.

Saat tuan tanah menanyakan kapan telur itu akan beranak, Abunawas menjawab itu tergantung dengan keadaan.

Lima hari berlalu, Abu Nawas pun mengembalikan telur yang dipinjamnya dengan lima butir telur. Tuan tanah sangat senang dan dia menawarkan pinjaman lagi. Abu Nawas pun meminjam piring tembikar sebanyak dua buah dan tuan tanah itu dengan senang hati meminjamkannya dengan harapan piring tembikarnya beranak kayak telur ayam yang dulu.

Lima hari pun berlalu lagi dan Abu Nawas mengembalikan piring tembikar sebanyak tiga buah. Walaupun tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi hati si Tuan tanah cukup gembira. Tak apalah piki tuan tanah karena bisa saja orang itu mempunyai anak tunggal bahkan tidak memiliki anak.

Mati Mendadak
Pada hari selanjutnya, si tuan tanah menawarkan pinjaman uang senilai 1000 dinar. Sebuah jumlah yang cukup besar, bahkan bisa untuk menggaji seluruh karyawan tuan tanah selama satu bulan. Dia menanti dengan tidak sabar. Hari berganti hari bahkan lima hari terlewati sudah. Tak terasa sudah berjalan satu bulan dan Abu Nawas tak kunjung datang ke rumahnya.

Karena tidak sabar, si tuan tanah mendatangi Abunawas dengan didampingi pengawalnya. Mulanya si tuan tanah gembira, namun dia marah besar setelah menerima penjelasan dari Abu Nawas.
"Sayang sekali Tuan, uang yang saya pinjam, bukannya beranak, malah tiga hari setelah saya bawa pulang, mati mendadak," ujar Abu Nawas.

Mendengar itu, si tuan tanah menjadi geram.
Pengawalnya hampir saja memukul Abu Nawas, tapi untung saja tidak jadi karena ada rombongan pekerja yang baru pulang. Tuan tanah mengadukan Abu Nawas ke pengadilan dan berharap Abunawas digantung atau bahkan dihukum rajam.

Di depan hakim, Abu Nawas melakukan pembelaan dengan membeberkan semua duduk persoalannya. Demikian juga dengan si tuan tanah. Pengadilan pun memutuskan bahwa Abu Nawas tida bersalah karena sangat masuk akal kalau sesuatu yang bisa beranak pasti bisa mati. Seketika itu juga tuan tanah yang tamak itu pingsan selama beberapa jaman sulit untuk dibangunkan. Ia telah tertipu karena wataknya sendiri yang kikir, tamak dan pelit.

Cinta Sejati Tsauban Dengan Nabi Muhammad SAW

Seorang hamba sahaya bernama Tsauban amat menyayangi dan merindui Nabi Muhammad saw. Sehari tidak berjumpa Nabi, dia rasakan seperti setahun. Kalau boleh dia hendak bersama Nabi setiap masa. Jika tidak bertemu Rasulullah, dia amat berasa sedih, murung dan seringkali menangis. Rasulullah juga demikian terhadap Tsauban. Baginda mengetahui betapa hebatnya kasihsayang Tsauban terhadap dirinya.

Suatu hari Tsauban berjumpa Rasulullah saw. Katanya "Ya Rasulullah, saya sebenarnya tidak sakit, tapi saya sangat sedih jika berpisah dan tidak bertemu denganmu walaupun sekejap. Jika dapat bertemu, barulah hatiku tenang dan bergembira sekali. Apabila memikirkan akhirat, hati saya bertambah cemas, takut-takut tidak dapat bersama denganmu. Kedudukanmu sudah tentu di syurga yang tinggi, manakala saya belum tentu kemungkinan di syurga paling bawah atau paling membimbangkan tidak dimasukkan ke dalam syurga langsung. Ketika itu saya tentu tidak bersua muka denganmu lagi."

Mendengar kata Tsauban, baginda amat terharu. Namun baginda tidak dapat berbuat apa-apa kerana itu urusan Allah. Setelah peristiwa itu, turunlah wahyu kepada Rasulullah saw, bermaksud "Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, maka mereka itu nanti akan bersama mereka yang diberi nikmat oleh Allah iaitu para nabi, syuhada, orang-orang soleh dan mereka yang sebaik-baik teman." Mendengarkan jaminan Allah ini, Tsauban menjadi gembira semula.

Moral & Iktibar

Cinta kepada Rasulullah adalah cinta sejati yang berlandaskan keimanan yang tulen
Mencintai Rasul bermakna mencintai Allah
Kita bersama siapa yang kita sayangi. Jika di dunia sayangkan nabi, insyallah kita bersama nabi di akhirat nanti
Hati yang dalam kecintaan terhadap seseorang akan merasa rindu yang teramat sangat jika tidak bertemu
Pasangan sahabat yang berjumpa dan berpisah kerana Allah semata-mata akan mendapat naungan Arasy di hari akhirat kelak
Rasulullah amat mengetahui mana-mana umatnya yang mencintai baginda, meskipun baginda sudah wafat.
Rasulullah memberi syafaat kepada sesiapa di antara umatnya yang mengasihi baginda
Sebaik-baik sahabat ialah mereka yang berkawan di atas landasan keagamaan dan semata-mata kerana Allah.

Hikmah Dibalik Belum Terkabulnya Do'a

Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga.

Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran.

Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi.
Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana?
Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula. Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela.

Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz. Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta. Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.
Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak.

Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.
Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah.
Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua... Aamiin ya rabb.

Minuman Ajaib Ini Bisa Merontokkan Lemak Perut Dalam Hitungan Hari

Apakah kamu capek dengan semua upaya untuk mengecilkan ukuran perut?. Dilansir dari Master.berita.com 23 Januari 2018, berikut ini adalah minuman pembakar lemak yang bisa anda racik sendiri di rumah dengan khasiat hitungan hari:
Bahan-bahan
2 ruas jahe iris tipis
2 batang kayu manis
2 batang sereh digeprek
5 butir cengkeh
1 sdm air lemon. bs jg air jeruk nipis
1 sdm madu
1 lt air
Langkah Meramu
1. Rebus semua bahan kecuali air lemon dan madu sampai mendidih lebih kurang 25 menit. Matikan kompor biarkan hingga suam2 kuku.
2. Tambahkan madu dan air jeruk lemon. Siap diminum. 1 resep bisa untuk 3x minum. Pagi siang sore. Bisa diminum hangat atau pun dingin.
3. Selamat mencoba, siapa tahu cocok untuk anda.
Jangan lupa juga untuk memperbanyak minum air putih banyak yang menganggap air putih tidak bisa membantu menurunkan berat badan. Dan banyak orang yang memandang sebelah mata kepada mereka yang mencoba diet air putih. Padahal, dari kebanyakan tips diet menurunkan berat badan atau tips cara membakar lemak di tubuh, sebagian besarnya menganjurkan kita untuk minum air putih.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba serta  jangan lupa share yaaa....

5 Makanan Pembersih Paru-Paru Perokok

Hampir semua orang pasti sudah tahu bahwa merokok merupakan hal yang bisa membahayakan tubuh. Berbagai peringatan dan harga rokok yang semakin melambung tinggi tidak membuat para perokok berhenti merokok. Sebagian dari mereka beranggapan, merokok merupakan gaya hidup mereka, meskipun tidak menyehatkan.

Selain membahayakan diri sendiri, bahaya rokok juga akan menimpa para perokok pasif yang ikut menghirup asapnya. Lalu apakah paru-paru perokok yang sudah rusak bisa pulih kembali?

Seperti yang dikutip dari nationalgeographic.co.id (03/07/2017), "Kabar baik untuk para perokok, ketika seseorang memutuskan berhenti merokok, paru-paru mampu menyembuhkan dirinya sendiri hingga saraf tertentu," Kata Dr. Norman Edelman, seorang penasehat ilmiah senior yang bertempat di American Lung Association sekaligus spesialis pengobatan paru-paru.

Lebih lanjutnya Edelman mengatakan, ketika seseorang memutuskan ingin berhenti merokok, akan terjadi pembengkakan pada permukaan paru-paru serta saluran untuk udara akan mereda, lendir dari sel-sel paru akan berkurang, silia baru akan tumbuh dan membersihkan sekresi lendir. Selain itu, aliran udara dalam paru-paru lebih besar ruangannya jika dibandingkan saat masih aktif merokok.

Bagi Anda yang masih merokok, jangan khawatir. Berikut ini ada beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan paru-paru, seperti yang dikutip dari doktersehat.com (retrieved, 10/02/2018) dan hipwee.com.

1. Banyak minum air putih

Dengan air putih akan membantu mendetoksifikasi paru-paru, lendir yang berada di paru-paru Anda sebagian besar diproduksi dari air. Sirkulasi air yang berada dalam tubuh akan menghasilkan salaput lendir yang sehat, selain itu konstan hidrasi juga akan membantu membersihkan tubuh dari berbagai racun serta fungsi organ menjadi lebih baik. Minumlah air 8 sampai 10 gelas dalam sehari.

2. Makanan yang mengandung antioksidan

Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti buah dan sayuran. Sebab dengan mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan dapat membantu Anda memperbaiki dan juga melindungi paru-paru Anda. Selain itu, dalam teh hijau juga banyak mengandung antioksidan.

3. Kedelai

Kedelai adalah salah satu makanan yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan mulai dari tempe, tahu hingga susu kedelai. Dalam kedelai mengandung flavonoid yang bisa mencegah terjadinya peradangan paru-paru. Selain itu, kedelai juga bermanfaat untuk paru-paru seorang perokok, sebab dengan cara mengonsumsi kedelai secara rutin akan memperbaiki fungsi paru-paru yang sudah rusak akibat nikotin.

4. Jeruk nipis

Air perasan jeruk nipis ternyata bisa membantu menurunkan kadar nikotin hingga 70%, namun air jeruk nipis hanya sebagai alat pembantu untuk bisa berhenti merokok secara alami.

5. Makanan yang mengandung selenium

Selenium merupakan salah satu sumber mineral yang dapat merangsang enzim beserta vitamin E membantu menguatkan membran pada paru-paru. Menurut hasil sebuah riset mengungkapkan bahwa, banyaknya selenium yang ada dalam tubuh berbanding terbalik dengan banyaknya sel kanker. Hal tersebut berarti, jika kadar selenium dalam tubuh tinggi, maka jumlah sel kanker dalam tubuh akan menurun bahkan bisa hilang.

Nah, itulah beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan paru-paru Anda. Yuk, mulai hidup sehat dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Silahkan share ke teman, sahabat, atau teman dekat anda akan bahaya rokok dan asap rokok.

Plak Gigi Sangat Mengganggu, Hilangkan dengan Cara Alami Ini!

Menjaga gigi tetap bersih itu gampang-gambang susah. Gampang bagi mereka yang rajin, namun susah bagi orang yang malas membersihkannya.
Padahal, membersihkan gigi itu cukup ringan. Dengan sikat gigi ruitn sehati dua kali serta kumur-kumur setelah makan. Namun nyatanya banyak orang yang tidak rutin melakukannya. Akibatnya, sejumlah masalah gigi pun dihadapi. Mulai dari gigi kuning, berlubang, hingga ada plak gigi.
Jika dibiarkan, plak akan menyebabkan berbagai kerusakan pada gigi dan gusi. Plak gigi terbentuk akibat menempelnya berbagai macam bakteri di gigi.
Cara terbaik untuk menyingkirkan plak pada gigi ini adalah pergi ke dokter gigi. Namun, Anda bisa menggunakan pengobatan rumahan tertentu untuk mencegahnya berkembang.
Nah berikut beberapa cara mudah untuk menghilangkan plak gigi sebagaimana dilansir dari step to health.

1. Baking soda
Sudah digunakan selama berabad-abad karena kemampuannya yang mampu membersihkan dan memutihkan. Ini adalah salah satu elemen yang kamu butuhkan di rumah.
Kamu hanya perlu memasukkan sedikit baking soda ke dalam wadah, kemudian basahi sikat gigi dengan sedikit air, lalu sikat seperti biasa.
Namun perlu diingat, baking soda ini memiliki rasa asin, maka sebaiknya gunakan sedikit saja.

2. Hydrogen peroxide
Hydrogen peroxide merupakan cairan bening yang lebih kental daripada air. Ini merupakan oksidator kuat yang biasa digunakan untuk membersihkan luka dan bahkan memutihkan gigi. Caranya adalah dengan mencampurkannya dengan air. Kemudian, gunakan untuk membilas mulut Anda setelah menyikat gigi. Gunakan perawatan ini dua atau tiga kali per minggu.
Ini memungkinkan kamu untuk menyingkirkan plak, mencegah pertumbuhan bakteri, dan menjaga kesehatan mulut.

3. Apel
Mengonsumsi apel mentah dengan kulitnya sebagai makanan penutup lebih sehat daripada pilihan lainnya. Selain itu, ini memungkinkan kamu membersihkan gigi secara alami.
Dengan cara ini, plak gigi tidak akan menumpuk. Kamu juga akan memiliki gusi yang lebih sehat dan mencegah perdarahan.

4. Jeruk
Vitamin C jeruk ini dapat mencegah mikroorganisms tumbuh di permukaan gigi.
Kamu dapat meminum jus jeruk setiap pagi, atau kamu bisa menggosok bagian dalam kulit jeruk di gigi sebelum tidur.

5. Almond
Kacang dapat membantu jika kamu memakannya secara utuh. Ini karena gesekan yang mereka lakukan terhadap gigi. Ini menghilangkan plak dan tartar sedikit demi sedikit.
Memakan beberapa kacang almond per hari , menghilangkan residu yang terperangkap di gigi dan gusi Anda.

Minum Air Terong Selama 7 Hari Berturut-turut dan Lihat Perubahan Menakjubkan pada Tubuh

Siapa sangka, dulu, terong dianggap sebagai tanaman beracun dan berbahaya karena warnanya gelap.
Tapi seiring berjalannya waktu, di India, mereka menemukan banyak manfaat obat yang terkandung di dalam sayuran ini.
Perlahan-lahan, terong menjadi bahan yang sangat diperlukan dalam banyak pengobatan.
Menurut jurnal "Bioresource Technology" edisi Mei 2008, diet berbasis terong adalah pilihan bijak untuk mengelola diabetes tipe 2, suatu kondisi yang sering dikaitkan dengan kelebihan berat badan.
Tidak hanya itu, mengonsumsi air terong juga ternyata memiliki tiga manfaat utama bagi kesehatan melansir dari steptohealth.com.

1. Menurunkan kolesterol
Asam klorogenik adalah antioksidan paling melimpah pada terung yang paling efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Air terong menstimulasi sirkulasi, membantu mencegah plak menempel pada dinding arteri, yang menyebabkannya mengeras.
Saat menyiapkan air terong, penting untuk menyertakan kulitnya saat kamu sedang memasak.
Kulit mengandung konsentrasi flavonoid tertinggi, yaitu antioksidan yang membantu menjaga kesehatan kardiovaskular.

2. Meringankan rasa sakit akibat rheumatoid arthritis
Jika menderita sakit dan bengkak di persendian, cobalah minum air terong.
Peradangan, kemerahan, dan nyeri yang berhubungan dengan rheumatoid arthritis dapat dikurangi berkat khasiat sayuran ini.
Asam klorogenat sangat baik untuk mengurangi infeksi dan pembengkakan.
Vitamin dan mineral yang terkandung dalam terung membantu menguatkan sendi, tulang rawan, dan jaringan otot.
Jika kamu minum air terung secara teratur vitamin A, B1, B2, C, dan E yang sehat, serta mineral seperti potasium, kalsium, magnesium, besi, dan fosfor akan didapatkan.

3. Melawan lemak berlebih
Manfaat air terong untuk menurunkan berat badan sudah diketahui, dan ini sangat efektif.
Kamu mungkin pernah memperhatikan, ketika Anda makan terong rasanya sedikit pahit.
Tahu apa penyebabnya?
Terung mengandung senyawa obat tertentu yang membantu membersihkan tubuh dan yang terpenting, membantu merangsang fungsi hati yang lebih baik.
Selain itu, air terong meningkatkan fungsi kandung empedu untuk meningkatkan pencernaan dan membakar lebih banyak lemak.
Jika kamu meminum air terong dan menjalani gaya hidup sehat dengan rutinitas berolahraga yang baik, Anda akan mudah menurunkan berat badan.
Lalu, bagaimana membuatnya?
Butuh 1 terong ukuran sedang, 1 liter air dan Jus dari ½ lemon.
Cuci terong lalu potong menjadi irisan.
Panaskan air sampai mendidih, lalu masukkan terung yang diiris, berhati-hatilah untuk tidak membakarnya.
Masak terong paling sedikit 20 sampai 25 menit, sampai sangat lembut.
Setelah melunak, biarkan selama setidaknya satu jam di dalam air.
Setelah satu jam, saring cairan itu dan simpan, tambahkan jus lemon dan aduk merata.
Cobalah minum satu gelas terlebih dahulu di pagi hari saat perut kosong, lalu satu lagi setelah makan siang, yang ketiga pada sore hari, dan terakhir setelah makan malam.
Lakukan ini selama tujuh hari berturut-turut, sebulan sekali.
Kamu akan segera merasakan banyak manfaat dari air terong. (*)

Hindari Makan 7 Bagian Tubuh Ayam Ini Kalau Mau Panjang Umur

Di balik nikmatnya mengonsumsi kuliner jenis ayam, ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan untuk menghindari bahaya.
Yups, ternyata tidak semua bagian tubuh unggas ini aman dinikmati. Ada beberapa bagian tubuh ayam yang dianggap beracun dan sebaiknya dihindari. Sebagainmana dilansir Tribun, berikut beberapa bagian makanan ini yang mesti kamu waspadai.
1. Leher
Bagian leher pada Ayam, merupakan bagian favorit para pecinta kuliner satu ini. Tapi, waspada! Jangan terlampau sering mengonsumsi leher ayam. Pada bagian leher terdapat kelenjar getah bening berbentuk benjolan kecil.
Seperti kita ketahui, kelenjar getah bening berfungsi untuk membantu menangkis bibit penyakit yang masuk ke tubuh ayam. Bagian inilah terdapat kuman serta bakteri.
2. Kepala
Kepala ayam umumnya dijadikan campuran sup. Citarasa sayuran akan semakin nikmat dengan tambahan bahan makanan yang satu ini. Sayangnya, mengonsumsi kepala ayam secara berlebihan justru berbahaya untuk kesehatan.
Sebagian besar peternak memberi makan ayam mereka dengan pakan yang dicampur dengan zat-zat kimia yang mengandung logam. Nah, kandungan logam berat tersebut lama kelamaan akan menupuk pada bagian otak unggas. Makin tua usia ayam, kian banyak pula kandungan logam.
3. Ceker
Ceker ayam bertekstur kenyal dan mudah dimasak menjadi beragam menu istimewa. Ceker ayam yang diternakkan secara modern tidak lagi aman dikonsumsi.
Sebab ayam itu dikembangbiakkan dengan tambahan suntikan zat kimiawi, yang dilakukan salah satunya melalui ceker. Beberapa kerugian konsumsi ceker yang berlebihan bagi kaum hawa adalah resiko terjangkit Endometriosis atau Kista Cokelat,Kanker Rahim, Kanker Payudara dan Kanker Serviks.
4. Brutu
Pada bagian pantat atau brutu ayam banyak terdapat kelenjar getah bening. Di dalam kelenjar, ada yang dinamakan Makrofag atau sejenis sel darah putih yang membantu membersihkan bakteri, virus, mikroba, hingga zat karsinogen penyebab kanker yang masuk ke tubuh ayam. Akan tetapi, Makrofag tak mampu menguraikan racun. Akhirnya racun pun tertimbun di bagian ini.
5. Sayap
Sayap ayam digoreng tepung? Siapa yang mampu menolak. Sensasi renyah dan gurihnya ternyata tak sebanding dengan bahaya yang ditimbulkan tatkala kita terlalu sering makan sayap.
Dari ayam kecil sampai dewasa dan siap panen, paling tidak ayam disuntik hormon sebanyak 4 kali melalui sayapnya. Sisa dari obat yang disuntikkan tentu berada pada bagian sayap. Hal ini mengakibatkan sayap amat tidak layak dimakan secara terus menerus karena bisa memicu munculnya tumor.
6. Jeroan
Tak hanya jeroan sapi atau kambing, organ dalam ayam pun tidak dianjurkan dikonsumsi berlebihan. Salah satu contoh jeroan favorit adalkah hati. Organ hati berperan penting dalam menetralkan racun yang masuk ke tubuh.
Tidak heran sisa-sisa racun masih ada yang tertinggal di sana. Berlebihan mengonsumsi jeroan bisa mengakibatkan kenaikan kadar kolesterol, gangguan pencernaan hingga asam urat.
7. Kulit
Bagian kulit ayam adalah lokasi timbunan antibiotik, sisa suntikan hormon, serta racun yang bersifat larut di dalam lemak.
Terlalu sering mengonsumsi kulit ayam, apalagi dalam porsi besar dapat menyebabkan Obesitas. Kulit ayam yang digoreng garing biasanya menggunakan minyak jelantah atau minyak goreng curah. Cara memasak yang kurang tepat ini juga salah satu faktor yang membuat kulit ayam tidak lagi aman dan sehat dikudap.
Jadi, makan ayam boleh-boleh saja, asal tidak berlebihan dan masih dalam porsi yang tepat. Yuk, lebih bijak dalam mengonsumsi dan memilih bahan makanan!

harga Aqiqah Surabaya

Pricelist Syirkah Aqiqah Terupdate  Untuk pemesanan silahkan hubungi di nomer 0851 000 999 16 atau di nomer 0851 020 999 17 a...